Latest News
Monday, June 27, 2022

Terpaksa Menjadi Tukang Parkir, Agar Bisa Mengurus Orangtua

 

Beben, meniup peluit untuk memarkirkan motor, Senin (27/07/2022). 

Cianjurpost.com – Karena keterbatasan jenjang pendidikan yang dimiliki, Kang beben (47) bapa-bapa asal Kampung Panembong Kelurahan Mekarsari kini hanya bisa menjadi tukang parkir di salah satu alfamart yang ada di sekitar halte Asten.


Beben menceritakan, sebetulnya dirinya ingin memiliki pekerjaan lain selain menjadi penjaga parkir. Namun karena tidak memiliki ijazah dan keahlian lain, ia terpaksa menekuni pekerjaannya itu.


“awal mulanya saya menjadi seorang penjaga parkir, setelah berhenti sekolah karena tidak mempunya biaya hanya sebatas lulusan SD.” ujarnya.


Dengan pekerjaannya yang hanya mengandalkan pembeli yang berbelanja ke tempat tersebut, tentu tidak banyak rupiah yang bisa dikumpulkan dalam setiap harinya.


“Sehari sampai malam dapat Rp50 ribu kadang Rp20 ribu,” kata dia, saat berbincang dengan Yudistira salah satu peserta Akademik Kerakyatan, Senin (27/07/2022).


Meski hanya mendapatkan Rp50 ribu sehari, menurutnya sudah sangat cukup untuk membiayai kebutuhan hidupnya di Cianjur. Bahkan tak jarang juga ia bisa memberi sedikit hasil jaga parkirnya kepada orang tuanya di Panembong.


“Dari hasil pendapatan tersebut sebagian untuk makan sendiri, sisanya saya kasih ke orangtua,” ucapnya.


Beben mengaku menjadi tukang parkir sudah lama, dan tetap memberikan keamanan agar tidak terjadi kemalingan.


“Sudah lebih dari empat tahun menjadi penjaga parkir. Alhamdulillah gak pernah ada kemalingan,” ungkapnya. (YDS)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Terpaksa Menjadi Tukang Parkir, Agar Bisa Mengurus Orangtua Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post