Latest News
Wednesday, February 16, 2022

Kebijakan Tranfortasi Medis RS Sayang Untuk Mencegah Koinveksi

 

Mobil Jenazah : petugas berfoto disamping mobil jenazah

cianjurpost.com – Pelayanan tranportasi ambulan pasien dan jenazah, menuai polemic dari kalangan tranportasi ambulan desa. hal ini menyusul kebijakan RSUD Sayang Cianjur terkait larangan ambulans desa membawa jenazah ditengah pandemic covid.

Dikutif dari beberapa media pihak Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Kabupaten Cianjur merasa keberatan dengan kebijakan yang diterapkan oleh pihak Rumah Sakit Sayang.  

Namun, kebijakan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut direktur Rumah Sakit Sayang Cianjur, Darmawan mengatakan, kebijakan tersebut sesuai dengan aturan pemerintah, tentang instalasi tranfortasi pasen dan zenajah,

“hal ini dilakukan, dalam rangka menjaga terjadinya koinveksi atau penyilangan penularan kepada penderita lain, terutama disituasi covid 19 parian baru,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam Kepmenkes 143/Menkes-Kesos/SK/II/2001 tentang Standarisasi Kendaraan Pelayanan Medik, Khususnya pada bagian perbedaan ambulans untuk orang sakit dan mobil jenazah.

“Dalam Kepmenkes tersebut, dijelaskan secara lengkap aturan dan jenis-jenis kendaraan medis di Indonesia. Ada enam, yaitu: Ambulans Transportasi, Ambulans Gawat Darurat, Ambulans Rumah Sakit Lapangan, Ambulans Pelayanan Medik Bergerak, Kereta Jenazah, dan Ambulans Udara,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan, sesuai dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP) Intalasi layanan tranfortasi medis di Rumah Sakit Sayang tentu sudah sesuai sebagai mana aturan yang ada.

“Terdapat dua jenis layanan. Diantaranya, ambulan gawat darurat atau ambulan lapangan untuk antar jemput pasen dari rumah ke RS,atau sebaliknya, untuk yang sudah dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang dari RS, itu merupakan program pelayanan yang dianggap paripurna,” ungkapnya.

Pelayanan kedua jelasnya, yaitu unit pelayanan ambulan dengan penggunaan kereta mobil jenazah. Sebanyak empat unit, yang dikhususkan untuk layanan pemulangan zenajah di kabupaten cianjur.

“Pelayanan instalasi tranfortasi ini kami namakan program pelayanan someah, yang prupakan program-unggulan bapak bupati cianjur, dalam rangka mengadakan perubahan perbaikan, dalam bidang pelayanan terhadap parapengguna jasa tranfortasi para pasen RS Sayang Cianjur,” jelasnya.

Untuk pelayanan yang dimaksud, dikhususkan untuk pasien atau masyarakat cianjur disesuaikan dengan kemampuan keluaarga pasien.

“Dimulai dari pasien tidak mampuh, yang dilayani sebgaimana mestinya, selebihnya playanan untuk masyarakat umum, yang disesuaikan dengan kemampuan keluarga pasien,” terangnya.

 

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Kebijakan Tranfortasi Medis RS Sayang Untuk Mencegah Koinveksi Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post