Latest News
Thursday, January 27, 2022

AKTIVIS : KRITIK GAYA NEKOLIM DILONTARKAN WAKIL SEKJEN PBNU TERHADAP PKB

 

Pengasuh Saung Sangsanglamaya Cianjur Erwin Nurhidayat.

cianjurpost.com - Wakil Sekjen Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rahmat Hidayat Pulungan, melontarkan kritik pedas terhadap PKB dengan Safari kepada pengurus cabang Nahdatul Ulama jelang Pilpres 2024.

Dalam kritikan yang dimuat di salahsatu media nasional, Rahmat Hidayat Pulungan Mengatakan bahwa partai yang didirikan Nahdlatul Ulama (NU) harus bisa dikendalikan. Menurutnya, Agenda pencapresan yang dilakukan ketua umum PKB Gus Muhaimin, merupakan tindakan yang ingin mengkerdilkan NU dan PBNU.

Hal ini pun menuai perhatian dari kalangan aktivis terutama Pengasuh Saung Sangsanglamaya Cianjur Erwin Nurhidayat, yang juga Alumni PMII kota Bandung, menurutnya ada logika dan fakta yang terbalik dari kritikan Wakil Sekjen Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rahmat Hidayat terhadap PKB.

Menurut Erwin, perkataan Wasekjen PBNU tersebut merupakan cara pandang berorganisasi yang salah kaprah. Sosok Komisaris PT Kimia Farmapun memandang bahwa dalam teori organisasi moderen berhak mengendalikan dan mengaudit mulai dari keuangan, operasional hingga kinerja PKB kepada pemegang saham utama. "Berarti yang di maksud dengan pemegang saham utama adalah PBNU," kata Erwin.

Lahirnya PKB, lanjut erwin, memang tidak akan lepas dari peran ulama dan tokoh-tokoh NU tatkla itu, bermaksud untuk membumikan nilai Islam rahmatanlilalamin dan mengembangkan kehidupan Nahdlyin, menjaga persaudaraan anak bangsa dan keutuhan bernegara. 

"Maka apa yang di lakukan PKB dan Gus Muhaimin sampai saat ini masih konsisten mengipmlementasikan mandat sejarah yang diamanahkan oleh para ulama-ulama NU, dan pendirinya terdahulu," paparnya.

Erwin memandang perjuangan yang dilakukan Gus Muhaimin dalam Safari politik bukan tentang presepsi etika orgasinasi, tapi lebih kepada memperjuangkan kelompok santri. Sebab menurutnya dalam kepengurusan PKB dewan Syura ataupun Tanfidziyah hampir mayoritas ulama-ulama yang mempunyai akar pengasuhan pesantren. 

"Cara berfikir Rahmat Hidayat Pulungan lebih kepada logika perusahaan yang memposisikan PBNU adalah sebagai pemegang saham bukan sebagai organisasi keumatan atau kumpulan para Ulama, tetapi logikanya pemegang saham berarti segala hal harus diatur oleh yang mempunyai saham," ungkapnya.

Jika Rahmat berkata demikian, kata Erwin, logika berfikir rahmat bukan sebagai ulama, atau kiayi, tetapi karena posisi Rahmat saat ini sebagai komisaris disalah satu perusahaan BUMN yang lebih dominan bermental pengusaha, bukan corak berfikir keumatan yang berpengalaman mengurus umat dan santri seperti pesantren. 

Dalam catatan sejarah pengurus Besar Nahdatul ulama dahulu, menurut Erwin, mayoritas diisi oleh ulama-ulama yang mempunyai basis pengasuhan seperti pesantren.

"Perkataan Rahmat Hidayat Pulungan adalah logika perusahaan bukan logika ulama atau kiai pengasuh pesantern bukan juga logika pengabdian masyarakat. Pantas saja cara berfikirnya seperti itu karena dirinya aktif sebagai komisaris BUMN, tidak ada catatan-catatan pernah jadi pengasuh pesantren yang mengurusi santri," sindirnya.

Erwin melanjutkan, Ketika didalam tubuh PKB didominasi dan terpengaruhi orang seperti Rahmat, maka yang terjadi akan ada ketergantungan secara ekonomi bahkan bisa mempengaruhi ideologi kader PKB. Sehingga tidak akan ada lagi ajaran yang diwariskan untuk meningkatkan derajat manusia, yang terjadi hanya pemanfaatan tubuh NU dan PKB. 

"Corak berfikir Pak Rahmat ini bisa saya katakan Ideologi NEKOLIM (Neokolonialisme-impreliasime)," Ujar Erwin.

Erwin Nurhidayat menegaskan, menolak logika berfikir Rahmat Hidayat Pulungan, dan akanmelawan ideologi NEKOLIM ditubuh PBNU.

"Karena jikalau dibiarkan bisa mengubah mental dan cara pandang kaum santri dan kaum pergerakan yang ingin merdeka dari penjajahan. Jika kaum dagang mengatur kehidupan santri atau kaum pergerakan, apa bedanya dengan Voc dan kolonialis hindia Belanda yang tidak akan menempatkan jiwa manusia yang berkhidmah untuk tanah air dan Kebangkitan Bangsa.," pungkasnya

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: AKTIVIS : KRITIK GAYA NEKOLIM DILONTARKAN WAKIL SEKJEN PBNU TERHADAP PKB Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post