Latest News
Sunday, August 22, 2021

RIP Indonesia

Oleh : Ucan Kaheman



"Semoga kalau sudah besar nanti anakku jadi anak yang baik, soleh, biar bisa nyari duit terus jadi orang sukses, biar aku matinya tenang."


Seorang ibu berdo'a dihadapan teman-temannya yang sedari tadi ngerumpi depan warung yang berada di dalam gang di belahan bumi bagian kota Cianjur membicarakan banyak hal dan itulah salah satu kalimat yang tersimpan di kepala. Riuh rendahnya suara sound system saling bersahutan dari beberapa rumah tak kalah nyaring bunyinya dengan keluh-kesah mereka.


Memang tidak ada batasan dalam berdo'a, bebas-bebas saja. Cuman aku jadi senyum-senyum sendiri mengingat obrolan yang tidak sengaja nyangkut di telinga itu. Dalam perkara ini, menurutku, soleh itu orientasinya untuk mencari Tuhan, sedangkan sukses itu tolak ukurnya bertemu Tuhan (cirinya, kemanapun Ia pergi membawa cinta-kasih/pancaranNya).

Kalau nyari duit tidak perlu soleh, karena di negara ini juga banyak pencari uang dengan cara-cara salah. Seperti menjual nama Tuhan, nama Nabi, nama Kitab Suci dan nama-nama yang kita segani bahkan ada yang sampai menjual diri dan masih banyak lagi gerak-gerik manusia yang menuhankan uang, seolah membenarkan semboyan "Dalam perkara uang semua orang menganut agama yang sama." Padahal, sering karena rupiah persaudaraan jadi pecah, sering karena rupiah terjadi pertumpahan darah, sering karena rupiah cinta mulia pun musnah.


Aku tidak sedang menghakimi siapapun, sebab di dunia ini banyak menawarkan pilihan dan setiap pilihan memiliki alur. Akan tetapi bila salah dalam memilihnya, kita akan menjadi orang yang kalah, tidak sampai pada "hayya 'alal fallah".


Alangkah baiknya bila para orang tua di Indonesia mendidik anaknya untuk menjadi orang bahagia bukan orang kaya biar hidup ini dinikmati bukan dimanipulasi, penuh kompetisi, sikut kanan-kiri tidak mau peduli dan berbagi sehingga sering terjadi pertikaian mengkambing hitamkan perbedaan. Kalau dianalisis, sedari dulu pertikaian itu bukan karena perbedaannya yang jelas mutlak takdir tapi karena jenis manusianya yang cenderung sensitif dan tidak bahagia membuat hidup di negara ini seperti di neraka.


Anadai saja putra-putri Indonesia bahagia bukan hal mustahil bila generasi selanjutnya sanggup menerima perbedaan dan tidak akan suka bertikai seperti keluarga yang berebut warisan melainkan hidup dalam harmoni dengan kebiasaan berbagi hingga terbangun solidaritas yang sampai pada persaudaraan (Bhineka Tunggal Ika)


Manusia adalah makhkuk sosial yang hidup berdampingan, bahwa perbedaan adalah anugrah yang seharusnya menjadi alasan untuk saling kenal mengenal satu sama lain lantas saling memahami, saling memberi rasa aman, dan tergerak untuk saling menyelamatkan.


Aku sangat meyakini kemajuan dan kemunduran sebuah bangsa tergantung perilaku manusianya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya dengan mengamalkan cinta kasih untuk merubah nasib manusia yang cenderung egois dan serakah, selagi ada kejujuran dan persaudaraan, kehidupan di tanah surga ini akan terus dikenang dan didambakan setelah terciptanya para penghuni kahyangan yang tidak memiliki waktu untuk membenci dan mensiasati karena terlalu sibuk mencintai dan mengasihi sehingga suatu hari nanti kita bisa menikmati kehidupan dalam suasana tenang dan damai (Rest In Peace)


Tapi begitulah, manusia menciptakan sejarah tapi tidak sepenuhnya sesuai kehendaknya, bila melirik pada ungkapan Goenawan Mohamad yang mengutip Camus yang memandang sejarah sebagai ikhtiar ala Sisyphus, manusia ibarat tokoh dongeng Yunani ini yang harus mendorong batu ke puncak gunung, sesampainya di puncak, batu itu menggelinding lagi kebawah. Dan manusia harus mendorongnya ke atas lagi tak henti-henti.


Kita tidak boleh menganggap Sisyphus muram, ia bahagia karena menerima semua itu dengan tawakal dan tangguh. Harapan tak bisa dipesan, harapan tak pernah dibisikan dari udara, harapan hanya akan ada karena dibangun dengan tindakan nyata.


"kini ibu sedang lara, merintih dan berdo'a"

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: RIP Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post