Latest News
Wednesday, March 24, 2021

Perempuan Terdepan Hadapi Dampak Pandemi

Neng Eem saat sosialisasi Empat Pilar di Desa Babakankaret, Selasa, 23 Maret 2021.


cianjurpost.com-
Penanaman nilai-nilai empat konsensus kebangsaan atau biasa dikenal dengan empat pilar MPR di lingkungan keluarga diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kebangsaan warga negara.

Hal itu diungkapkan anggota MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz saat sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kampung Cibalagung, Desa Babakankaret, Kecamatan Cianjur, yang dihadiri Pembina Majlis Ta'lim Alimi Perempuan Bangsa Hasan Wahid, Ketua Perempuan Bangsa Kecamatan Cianjur dan Perempuan Bangsa Desa Babakankaret, Selasa, 23 Maret 2021.

"Perempuan atau ibu adalah tiang dalam keluarga dan keluarga adalah bagian terkecil dari negara. Sehingga bisa diartikan perempuan adalah tiang yang mampu menopang sebuah negara," katanya 

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB ini menjelaskan, di masa pandemi dan resesi ekonomi ini, banyak sekali perempuan yang menghadapi tantangan sebagai dampak terjadinya perubahan di berbagai sektor kehidupan.

Tantangan yang dihadapi perempuan di rumah tangga saat ini, muncul dalam beragam bentuk, antara lain seperti harus mendampingi anak untuk belajar daring di rumah dan sejumlah dampak ekonomi yang menerpa rumah tangga. Sejumlah tantangan tersebut, bahkan juga berpengaruh pada kehidupan sosial yang dialami masyarakat saat ini.

Agar mampu menghadapi dampak dari berbagai perubahan yang terjadi saat ini, Legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat III ini berpendapat, penanaman nilai-nilai empat konsensus kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di lingkungan keluarga sangat penting untuk dilakukan.

"Bila setiap keluarga di Indonesia bisa memahami dan melaksanakan nilai-nilai empat konsensus kebangsaan dengan baik, ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini bisa ditingkatkan," ungkapnya.

Lanjut Neng Eem, selain masalah ekonomi, masalah radikalisme juga masih jadi catatan bagi bangsa ini. Terlebih radikalisme itu selalu dikaitkan ke satu agama. Padahal agama tidak bisa dikaitkan dengan satu kelompok atau kumpulan, agama pada prinsipnya bersifat privat, sebagai keyakinan individu, bukan kelompok.

"Agama harusnya seperti obat, yang bisa memberikan kesembuhan bagi orang yang terkena penyakit, bukan disalahgunakan untuk kepentingan tertentu,"  tukasnya.(jun)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Perempuan Terdepan Hadapi Dampak Pandemi Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post