Latest News
Friday, November 6, 2020

SatpolPP tak Sanggup Copot Baliho 'Haram'

 

Suasana : Foto diambil, saat suasana audiensi Dupa Institute bersama Kasat PolPP Cianjur di aula Kantor Sat PolPP Cianjur, Jumat (6/11/20)


cianjurpost.com - Dupa Institute mendesak SatpolPP untuk segera mencopot baliho-baliho 'haram' alias yang terpangpang di tempat-tempat terlarang, atau yang melanggar aturan.


Direktur Dupa Institute Ismat Nasrulloh mengatakan, dalam Pilkada yang sudah memasuki tahap kampanye, masih banyak ditemukan berbagai pelanggaran. Untuk itu pihaknya meminta SatpolPP bertindak untuk menertibkannya.


“Dari hasil investigasi yang kami lakukan, banyak sekali yang melanggar aturan. Seperti APK yang di paku di pohon, kemudian ada juga, baligho salah satu calon di Instansi, yang tidak seharusnya ada, seperti depan sekolah atau Puskesmas,” ujarnya saat mendatangi Kantor SatpolPP, Jumat (06/11/20).


Lanjut Ismat, Pelanggar yang terjadi itu, tidak sesuai dengan peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 11 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas (PKPU) No 4 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota.


Masih kata Ismat, dalam PKPU tersebut, APK dilarang dipasang di taman dan pepohonan. Selain itu, APK juga dilarang dipasang di tempat ibadah termasuk halaman, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung fasilitas milik pemerintah, lembaga pendidikan, jalan protokol, jalan bebas hambatan, dan sarana publik.


“Kami disini menanyakan, ketegasan dan tindakan SatpolPP, untuk segera menertibkan, APK yang masih terpangpang di dinas intansi, berikut di tempat terlarang lainnya,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadhi mengungkapkan, dalam hal penertiban APK, pihaknya sudah menindaklanjuti dengan menertibkan sejak sebelum masa kampanye berlangsung.


“Kita dimodali dengan Perda nomer 01 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. di situ dicantumkan tempat-tempat yang tidak boleh dipasang, baliho, reklame dan alat peraga kampanye. namun jujur saja dengan tenaga seadanya, dan jangkauan yang begitu luas mungkin memang masih ada yang terlewati, termasuk yang di jalan protokol, dan ditempat-tempat pelayanan pelayanan publik lainnya,” tuturnya.


Selanjutnya, Hendri menerangkan, dengan masuknya tahap kampanye, pihaknya menerima surat edaran dari Bawaslu, tentang peraturan KPU, untuk pemasangan APK. "Disitu juga terdapat larangan pemasanyan APK di tempat tertentu dan dikolaborasikan dengan Perda nomer 01 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat,” ungkap hendri.


Dirinya pun mengatakan pihaknya merasa kewalahan, sebab ketika penertiban berlangsung, pihak calon Kembali lagi memasangnya. “Karena jumlahnya terlalu banyak kita kewalahan, bahkan kita meminta agar pihak Paslon mencabut sendiri,” ujarnya.


Pihaknya berjanji apabila masih ada baliho yang tidak sesuai aturan, kedepannya akan ditertibkan termasuk yang terpasang di dinas atau instansi-instansi.


“Apabila ada baliho yang tidak sesuai aturan bisa mengadukan ke kami, agar kami bisa secepatnya berkoordinasi dengan pihak yang bersangkutan, sampai masa kampanye berakhir. Apalagi nanti di masa tenang kita akan segera menurunkan semua atribut secara bersama-bersama," tandasnya. (dodi)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: SatpolPP tak Sanggup Copot Baliho 'Haram' Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post