Latest News
Tuesday, October 27, 2020

APK Dipaku di Pohon, Sejumlah Aktivis Mempertanyakan Ketegasan Pihak Berwenang.

 

APK : Gambar Paslon Bupati dan Wakil Bupati, dipaku dipohon pinggir jalan di sejumlah wilayah Cianjur


cianjurpost.com- Banyaknya alat peraga kampanye calon bupati dan wakil bupati Cianjur yang terpasang di pohon dan tiang listrik, sangat disayangkan oleh aktivis lingkungan Pelita Suci, Dikdik Sodikin. Menurutnya, selain melanggar aturan, pemakuan pohon juga menjadi sampah visual, menganggu keindahan jalan dan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.  


“Harusnya mereka yang terlibat dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Cianjur, khususnya calon, tim sukses, dan relawan, tahu bahwa pemasangan APK terutama di pohon yang dipaku berpotensi merusak lingkungan, dan melanggar aturan main yang ada seperti peraturan KPU,” ujar Sodik. Senin, 26/10/2020, melalui pesan singkatnya.


Sodik menjelaskan, kekuatan kayu yang dipaku akan berkurang karena pohon mudah terinfeksi penyakit seperti jamur dan bakteri karena banyaknya pintu bagi hama dan penyakit pada kulit pohon. 


"Padahal kulit pohon adalah tameng terluar dari batang pohon. Sedangkan batang adalah tempat yang sentral dan pertumbuhan pohon. Maka sangatlah mungkin, pepohonan yang banyak ditancap paku dan dijerat benda lain sangat mudah rusak," imbuhnya 


Masih kata Sodik, kayu sama seperti mahluk hidup lain, jika ditancapkan paku pada pohon tersebut menjadi titik masuk bagi infeksi penyakit dan bakteri pada pohon. 


"Tusukan-tusukannya akan menyebabkan kerusakan dalam bentuk kompartementaslisasi. Pohon akan mengalami gangguan proses fisik dan biologis dalam tubuhnya. Para calon seperti tidak membaca jika pohon adalah salah satu tempat yang dilarang dipasangi APK, Secara tak sadar mereka melanggar UU RI No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup," jelasnya. 


Sementara itu, Korda JPPR Kabupaten Cianjur Syakir Abdullah mengatakan, pemasangan bener atau APK di pohon ini telah melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 tahun 2020, tentang perubahan atas PKPU Nomor 4 tahun 2017 tentang pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota.


“Dalam PKPU tersebut, APK dilarang dipasang di taman dan pepohonan. Selain itu, APK juga dilarang dipasang di tempat ibadah termasuk halaman, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung fasilitas milik pemerintah, lembaga pendidikan, jalan protokol, jalan bebas hambatan, dan sarana publik. Tentu ketika ada pelanggaran pihak yang berwajib harus segera bertindak, tidak memoperbolehkan ini terjadi,” ujarnya.


Direkrut Dupa Institut Ismat berjanji, akan audiensi dengan pihak yang berwenang, agar pelanggaran pemasangan di pohon dan sarana umum yang tertuang dalam PKPU ditindak tegas. "Kita akan audiensi dengan pihak Pemda untuk menindak yang memasang APK di pohon dan tempat lain yang dilarang," singkatnya.(Dodi)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: APK Dipaku di Pohon, Sejumlah Aktivis Mempertanyakan Ketegasan Pihak Berwenang. Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post