Latest News
Thursday, March 26, 2020

SI ULAR, SI PETANI, DAN SI BURUNG BANGAU

Ditulis oleh : AR. Haykal

cianjurpost.com - Dalam dongeng rakyat Afrika dikisahkan ada Seekor ular yang dikejar oleh para pemburu meminta seorang petani untuk menyelamatkan hidupnya. Untuk menyembunyikannya dari para pengejarnya, si petani berjongkok dan membiarkan ular itu merayap kedalam perutnya. Tetapi setelah bahaya itu berlalu dan si petani meminta si ular untuk keluar, si ular kemudian menolak. Di dalam terasa hangat dan aman katanyanya.

Dalam perjalanan pulang, petani itu melihat seekor burung bangau dan mendekatinya kemudian membisikkan apa yang telah terjadi. Si burung bangau pun menyuruhnya berjongkok dan mengejan untuk mengeluarkan si ular. Ketika si ular menjulurkan kepalanya, burung bangau pun menangkapnya, menariknya keluar, dan membunuhnya;

si petani cemas sebelum ular itu dibunuh, dia menancapkan racun di dalam tubuhnya, berselang dari sana burung bangau memberitahu nya bahwa obat dari racun ular itu adalah memasak dan menyantap unggas putih. "Kau adalah unggas putih," ujar si petani. "Kau bisa kujadikan hidangan unggas putih pertamaku." Si petani merenggut si burung bangau, memasukannya kedalam kantong, dan membawanya pulang, dimana ia menggantungkannya selagi ia menceritakan kejadian itu kepada istrinya.

"Aku kaget mendengar ucapanmu," sahut istrinya. "Burung itu telah berbuat baik kepadamu, ia menyingkirkan ular jahat itu dari tubuhmu, sesungguhnya dia adalah penyelamatmu, namun kau malah menangkapnya dan berkata hendak membunuhnya." Mendengar ucapan dari istrinya itu si petani kemudian langsung membebaskan burung bangau itu dan membiarkan burung itu terbang pergi. Tetapi dalam perjalanan keluar dari kandang, burung bangau itupun mencungkil kedua matanya.

Ibroh apa yang kita dapat dari cerita tersebut? Penghianatan? Rasa terimakasih? Atau apa? Entitas dari cerita tersebut menggambarkan bahwa kompleks nya kehidupan; Terlepas dari hangatnya virus Covid-19 atau yang biasa kita sebut dengan Corona, lantas bagaimana peranan pemerintah dalam menyelesaikan persoalannya. Disamping besarnya gajih yang diperoleh berkat dukungan dari masyarakat karna sudah terlanjur percaya, di sisi lain pun semakin banyaknya korban berjatuhan, tak pandang si miskin atau si kaya.

Apa solusinya? Hanya cuci tangan menggunakan sabun atau cuci tangan dari permasalahan seperti yang dilakukan pejabat Cianjur; berekreasi ke luar negri sembari menyaksikan banyaknya rakyat mati di layar televisi, sungguh imba sekali.
Selain berdampak kepada kesehatan, Covid-19 inipun membunuh perekonomian, tak heran jika tutupnya toko-toko seputaran Cianjur kota, sudah sakit miskin pula. Apa kabar kartu Pra Kerja? Cianjur butuh sangu, Cianjur tak makan kartu. (")
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: SI ULAR, SI PETANI, DAN SI BURUNG BANGAU Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post