Latest News
Friday, January 17, 2020

Pilkades Gerbang Menuju Kesejahteraan


Oleh: Dodi Junaedi
SEBANYAK 248 desa dari total 354 desa di Kabupaten Cianjur akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Plkades), tepatnya pada tanggal 23 Februari 2020. Ini jadi kesempatan besar bagi masyarakat Cianjur, untuk menentukan nasibnya selama lima tahun kedepan.

Jumlah Pilkades yang mencapai 70 persen dari total desa di Cianjur itu, tentu tidak menghabiskan anggaran yang sedikit. Bahkan Pemkab Cianjur, harus menggelontorkan anggaran yang cukup pantastis, yakni sebesar Rp10,8 miliar.

Total anggaran Rp10,8 miliar itu disebar ke setiap desa, masing-masing Rp20 juta, dan bantuan kepada panitia Pilkades Rp5 ribu per hak pilih.

Walaupun sudah mencapi anggaran miliaran, ternyata anggaran itu jauh dari kata cukup. Panitia di setiap desa harus mencari anggaran tambahan lagi demi terlaksananya pesta demokrasi di setiap desa. Ada desa yang membutuhkan tambahan anggaran Rp20 juta, bahkan ada pula yang membutuhkan tambahan anggaran Rp50 juta.

Sudah kebanyang bukan berapa anggaran yang dibutuhkan?. Bisa dua kali lipat bahkan lebih dari anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Maka sangat disayangkan apabila anggaran sebanyak itu hanya menghasilkan pemimpin biasa, yang tidak dapat mensejahterakan rakyatnya.

Kenapa demikian?, karena desa saat ini sudah berubah dari yang semula sebagai obyek pembangunan, menjadi subyek  pembangunan. Dimana desa bisa menentukan arahnya sendiri. Kalau menurut istilah bahasa sunda “rek hideung rek beureum kumaha maneh”. Dalam artian mau jadi apa desa ke depan, tergantung kepala desa dan masyarakat yang tinggal di desa.

Jika menilik pada UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa, tentu sangat jelas bagaimana hari ini desa harus hadir untuk mensejahterakan masyarakat. Sebagaimana tercantum pada pasal 26, ayat (1), Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Desa berkewajiban meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Pertanyaan sederhananya, apakah kesejahteraan itu bisa termujud apabila masyarakat salah memilih?. Tentu saja keinginan itu hanya sebatas mimpi, apabila memilih hanya sebataas mengenal atau berdasarkan mengikuti orang lain, tanpa mengetahui track recordnya terlebihdahulu.

Lebih parah lagi jika kita mimilih berdasarkan uang yang diberikan salah satu oknum calon kepala desa. Tentu itu sangat disayangkan, dan kerugian besar yang akan menimpa masyarakat selama lima tahun kedepan.

Mari kita kembali pada persoalan awal, bahwa Pilkades merupakan gerbang menuju kesejahteraan masyarakat. Lantaran dengan memilih Kepala Desa yang tepat, maka masyarakat bisa sama-sama membangun desanya menjadi lebih maju, dengan menggali setiap potensi yang dimiliki desa.

Ketahuilah, Tuhan telah menganugerahkan kepada rakyat Indonesia dengan segudang potensi yang dimiliki. Sehingga tidak ada desa yang tidak memiliki potensi. Terlebih saat ini negara sudah menggelontorkan anggaran yang sangat besar untuk memajukan desa. Makasa sudah sepantasnya masyarakat desa sejahtera

Tidak hanya masyarakat desa, melainkan juga Kabupaten Cianjur bisa menjadi kabupaten yang maju dan mengejar ketertinggalan dari daerah lain. Kenapa demikian? Karena jika 248 desa itu menjadi desa yang mandiri, sudah bisa dipastikan Kabupaten Cianjur menjadi daerah yang kuat. Tidak seperti saat ini.

Sebagaimana kita ketahui, berdasarkan data dari BPS, bahwa IPM Cianjur terrendah di Jawa Barat dengan nilai 64,62. Dimana kemiskinan dan pengangguran merupakan paling tinggi dibandingkan 27 Kabupaten/Kota di tanah Pasundan ini.

Melalui tulisan singkat ini, penulis mengajak, khususnya untuk masyarakat Cianjur, umumnya semua masyarakat yang desanya akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), agar memilih pemimpin yang tepat. Sehingga mimpi kita bersama untuk sejahtera dan menjadikan Negara Indonesia tercinta ini menjadi bangsa yang kuat bisa terwujud.

Penulis; Patriot Desa Cibanggala, Kec. Campakamulya, Cianjur-Jawa Barat.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Pilkades Gerbang Menuju Kesejahteraan Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post