Latest News
Saturday, December 21, 2019

Perempuan Dalam Cengkraman Budaya Patriarki

Oleh : Dian Haerani ( Mahasiswa STISIP Guna Nusantara)


cianjurpost.com- Ketidakadilan terhadap perempuan Seakan-akan sudah menjadi hal yang sudah biasa, perempuan-perempuan yang di tindas baik dari segi pemikiran, pendidikan, ekonomi bahkan hukum. oleh sebuah budaya yang melekat kuat pada masyarakat terutama pada masyarakat pedesaan.

Budaya Patriarki, masih banyak di jumpai, tak bisa di elakan bahkan di beberapa daerah di Cianjur, Budaya yang mencengkram kuat masyarakat dengan pemikiran-pemikiran kuno, budaya yang kecenderungan membungkam perempuan-perempuan desa dalam hak-hak nya.

Di sebuah desa, dan kecamatan belahan Cianjur yang tidak bisa disebutkan namanya, bahkan ada kampung yang di sebut kampung janda. Dimana disana banyak perempuan dibawah umur terpaksa menikah di usia dini, dan dikeumdian hari ditinggal suami, dengan alasan yang tak jelas. Ini membuktikan bahwa masyarakat kita belum melek terhadap bangkitnya pendidikan dan pengetahuan gender di Cianjur.

Mereka tidak sadar akan pentingnya pendidikan, ekonomi, politik dan hukum bagi perempuan. Mereka tidak sadar akan peran penting perempuan dalam keluarganya.
Ini bukan tentang budaya Kasur, Sumur, Dapur Tapi tentang bagaimana peran perempuan dalam keluarganya, ketika suatu saat perempuan menjadi seorang ibu dan menjadi madrasah utama bagi anak-anaknya.

Budaya partiarki, budaya dimana ketika masyarakat lebih menomor satukan laki-laki dalam segala bidang baik pendidikan, ekonomi, politik bahkan hukum serta memandang sebelah mata kaum perempuan, kaum perempuan seakan-akan menjadi sesuatu hal yang sangat sepele, yang dianggap sangat lemah dan tidak terlalu penting.

Budaya patriarki merupakan masalah yang terus membuat sesak dada di kalangan masyarakan karena merupakan perilaku diskriminasi terhadap seseorang atau individu dalam suatu kelompok. Diskriminasi dapat terjadi karena tidak adanya perlawanan dari pihak yang ditindas sehingga pelaku yang mengintimidasi korbannya merasa lebih kuat.

Masih melekatnya budaya patriarki pada lingkungan sekitar membuat kaum perempuan merasa sangat tertindas.Hak-hak perempuan seakan dirampas secara paksa oleh budaya yang mencengkram kuat pada lingkungannya.

Budaya tentang patriarkis, ini menjadi renungan, bagaimana kita sebagai perempuan mulai memberikan pemahaman-pemahaman untuk sebuah kesadaran sehingga masyarakat menghapuskan paham lamanya tentang Budaya Patriarki. (")
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Perempuan Dalam Cengkraman Budaya Patriarki Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post