Latest News
Friday, December 6, 2019

Cianjur Darurat Agraria

Aksi : Masa Aksi Rumpun Cianjur Saat Melakukan Aksi ke Kantor Pertanahan Cianjur.



cianjurpost.com - Menyikapi banyaknya persoalan tanah di lingkungan Kantor Agraria dan Tataruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kabupaten Cianjur, sedret aktivis agraria yang terhimpun dalam Rumah Pergerakan Untuk Negri (RUMPUN) Cianjur, merasa kecewa dan akan terus melakukan Pergerakan untuk mengkritisi kebokbrokan bidang pertanahan di Cianjur.

Dikdik Sodikin, selaku Koordinator RUMPUN Cianjur, mengatakan pihaknya telah melakukan kegiatan aksi Kantor ATR/BPN Kabupaten Cianjur, Selasa (26-11-2019) kemarin, dengan 11 organ yang tergabung dalam  “Rumpun Cianjur”. Mereka merasa tidak puas karena ketidak jelasan rencana tindak lanjut dari tuntutan yang disampaikan.

"masih banyak lagi permasalah yang diduga terjadi dan perlu diketahui kepala Kantor ATR/BPN Cianjur yang baru, bahwa kami tidak main-main," tegasnya.

Mengingat keputusan yang disepakati bersama “Rumpun Cianjur” menurut Sodik panggilan akrabnya, disepakati akan kembali melakukan aksi-aksi selanjutnya, sebab Cianjur adalah kota yang darurat agraria.

"Kami merasa miris, dengan keadaan yang ada di Cianjur. Sebab secara letak geografis cianjur adalah wilayah yang agraris, dan kaya akan tanah, namun rakyat di Cianjur justru tidak merasakan manfaat tanah untuk bertani, bahkan banyak tanah yang dibiarkan terlantar, dan petani tidak bisa menggarapnya," tandasnya.

Lebih lanjut Sodik mengatakan, hal itu terjadi karena ketidak seriusan pemerintah untuk melaksanakan reforma agraria sejati, bahwa tanah itu sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.

"Di tengah sulitnya masyarakat untuk mendapatkan haknya, justru banyak praktek pungutan liar oknum pejabat dan petugas di lingkungan  kantor Pertanahan Cianjur dalam bidang sertifikasi tanah atapun pengurusan dokumen pertimbangan teknis kegiatan PTSL di kabupaten Cianjur mulai dari penetapan lokasi kegiatan program, yang terbukti tidak transparan," uunkapnya.

dirinya menegaskan, mekanisme dan biaya pengukuran yang bersumber dari Anggara Negara terutama penyetoran Pajak Penambahan Nilai (PPN) dari kegiatan PTSL di kabupaten Cianjur harus nya seterbuka mungkin, sehinggar masyarakat dafat mengaksesnya.

"Poin selanjutnya, Kami menginginkan, lebih selektif dalam mengeluarkan Pertimbangan Teknis  (PERTEK) di kawasan  yang diatur oleh Perpres No. 54 Tahun 2008 Tentang Penataan Ruang Kawasan JABODETABEKPUNCUR dan kawasan sawah irigasi teknis, yang selama ini diduga di langgar oleh oknum Petugas BPN/ATR Kab. Cianjur bersama Pemerintah kabupaten Cianjur," harapnya.

Sementara itu, Abdullah dari Lembaga Bina Lingkungan Desa (LBLD) mengatakan BPN Cianjur Terkesan Menutup-nutupi dokumen Tanah Negara terlantar yang ada dikabupaten Cianjur. Padahal pemerintah harusnya lebih terbuka sesuai dengan UU No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

"Akibat sikap yang tertutup ini, akhirnya masyarakat jadi korban. Yang harusnya rakyat mendapat kesejahteraan justru yang diberikan hak tanah tidak sesuai dengan haknya, seperti banyaknya tanah yang di berikan kepada pengusaha namun atasnama rakyat,sehingga tetap saja masyarakat jadi korban," tegasnya.

Untuk itu, menurut Abdullah, pihaknya akan terus mengawal permasalahan agraria di Cianjur bahkan sampai ke pemerintah pusat. sehingga pemerintah dapat melakukan tindakan tegas kepada pejabat/ Petugas yang diduga terlibat dalam mengeluarkan dokumen PERTEK untuk Pembangunan Perumahan dan Pabrik diatas lahan sawah irigasi teknis, yang diduga menyalahi aturan alih fungsi lahan.

"Satu contoh, Pertimbangan Teknis (PERTEK) PT. Pou Yuen Indonesia (PYI) di desa Sukasirna Kec. Sukaluyu Kab. Cianjur, karena dibangun diatas lahan sawah produktif irigasi teknis dan melanggar UU No.41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Sawah Pertanian Pangan Berkelanjutan, jika betul-betul di keluarkan, ini sangatlah keterlaluan, sementara kompensasi nyapun tidak jelas. Ini terbukti bahwa di Cianjur banyak soal-soal lainnya yang menunggu perjuangan kami," paparnya. (In)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cianjur Darurat Agraria Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post