Latest News
Thursday, November 7, 2019

Hikmah, Semangat Hidup Kakek Sobri



cianjurpost.com - Ditengah cuaca yang sangat dingin, karena hujan seharian, di bilangan daerah Jebrod, Cilaku, Cianjur, saya dihampiri oleh seorang kakek, dengan sorot wajah yang begitu letih, memikul panggul dagangannya, yang sudah usang.

oleh : Ismat Nasrulloh 

Sore itu, saya sedang berdiam dan melepas lapar, untuk berbuka puasa, seorang kake bernama Sobri (56), asal desa Cibangala, Warungkadu, Campaka, datang mendekat, dengan wajah murung, dan terhempas angin malam yang sangat dingin.

Kakak tersebut, bercerita tentang dagangannya yang belum laku terjual, namun dirinya harus pulang, karena perbekalan yang sudah mau habis. kemudian saya pun tergugah untuk melontarkan beberapa pertanyaan:

"Kakek dari mana ? kakek Sobri menjawab, habis jualan. kemudian saya pun menysul dengan pertanyaan selanjutnya, jualan apa bah? kake menjawab, jualan hasil anyaman, seperti boboko (bakul), hihid (kipas dari bambu), dan lainnya, jawab kakek,"

Kakek tersebut, melanjutkan keterangannya, bahwa jualan hasil kerajinan tangan tersebut, kini sudah sulit untuk di jual di perkotaan, sebab masyarakat kota sudah tidak terlalu menggunakan alat rumahtangga tradisional.

"Tos telaku, di jual kadareah kota mah jang, da tos di gentos ku mejikom (Alat kerajinan sudah sulit dijual, sebab masyarakat kota sudah menggantinya dengan alat rumahtangga yang lebih moderen)," ungkap kakek Sobri, sambil mengelus kepalanya, dengan penuh rasa letih.

Kakek Sobri, tinggal di sebuah rumah di kampung, dengan sebatangkara, istrinya, sudah meninggalkannya terlebihdahulu, sedangkan kedua anaknya, kini sudah menikah, dan tinggal diluar kota.

Dengan rasa penasaran, saya bertanya kembali, "bah, sekarang mau pulang kemana? kake mejawab. " pulang ke kampung dek, sebab para pengrajin yang lain sudah menanyakan hasil jualan yang saya bawa ke kota,"

Kakek Sobri, tidak hanya menjual kerajinan, hasil dirinya sendiri, dengan tekad yang kuat, kake sobri juga membantu para pengrajin lainnya, untuk dijual ke kota. Perharinya, kake sobri membawa barang dagangannya ke kota sebanyak, dua puluh buah kerajinan tangan alat rumahtangga.Perpicisnya, ia jual dengan harga kisaran dua puluh ribu.

Kemudian saya melanjutkan pertanyaan kembali kepada kake, "sekarang barang dagangannya sudah laku semua bah?" kake menjawab: "sudah sebagian, sisanya, kake titip di warung kenalan abah, di daerah jebrod," jawab kakek.

Walaupun hasil jualannya, tidak laku semua, kake Sobri dengan semangat hidupnya, berusaha membantu pengrajin yang lain untuk, mendagangkan hasil kerajinannya.

Satu hal yang kake itu bilang ke saya, "dalam bekerja jangan pernah merasa lelah, apapun pekerjaannya, dan selalu sempatkan membantu sesama kita, dengan tenaga, atau kemampuan kita," ungkap kake Sobri, sambil bergegas pamit pulang. (")



  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Hikmah, Semangat Hidup Kakek Sobri Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post