Latest News
Monday, August 19, 2019

DARI CIANJUR SAMPAI TRAGEDI PAPUA NUGINI TRAGEDI KEBANGSAAN MENJADI IRONI NEGERI,




Oleh: Fardan Abdul Basith 
Founder Cianjur Intellectual Foundation

Cianjurpost- Pemuda adalah penerus estapeta kepimpinan negara dalam hal ini mahasiswa adalah salah satu kunci dalam kemerdekaan Indonesia, dalam sejarahnya organisasi merupakan wadah untuk mendidik dan membina masa depannya, generasi dari kegenerasipun mahasiswa dan pemuda serta pelajar tak bisa dipisahkan, bahkan Moh Hatta sekalipun dahulu menerpa pendidikan organisasi melalui PPI.nya.

Lalu kini hadir wadah untuk menyuarakan argumentasi mahasiswa indonesia mealui keberagamannya yang terlahir dari rahim perjuangan para pendiri bangsa seolah tak diindahkan dan tempat delik bagi para intitusi negeri. kini bukan soal seharusnya dan bagaimana lagi karena sudah terjadi.

Bahkan dari dahulu para ilmuan dan budayawan negeri seolah menjadi musuh bagi institusi polri, karena baginya dianggap menggangu negeri. kau anggap saat ini apa peran perguruan tinggi serta para mahasiswa yang memiliki tugas suci untuk meneruskan perjanjian awal kemerdekaan negeri, yaitu akad untuk mencerdaskan dan memerdekakan kehidupan bangsa.

karena mahsiswa ikut serta dalam menertibkan kehidupan berbangsa dan negara seperti sebab akibat, maka resikonya adalah perlawanan atas dasar perjanjian negara tanpa bahasa kebohongan dan penindasan terhadap kaum tirani. karena dasar negara mengikat bahwa Institusipun sama memiliki perjanjian kemanan bagi negeri.

memperhatikan ironi dan komedi negeri ini seolah tidak ada habisnya, kritik dan revolusi dianggap tak menjadi visi, lalu kini Polri seolah tak mau terjadi.

Ancaman sparatis di Papua, ancaman rasisme lewat HTI/FPI. Ruh kebangsaan lahir dari gerakan mahasiswa untuk mewujudkan peradaban bangsa dan meneruskan generasi kedepan .

Adanya aliansi Cipayung plus adalah wadah untuk menunjukan keberagaman bangsa Indonesia sebagai bentuk keberpihakan pengetahuan pemuda terhadap bangsa dan negara untuk mempasilitasi kritik oto kritik secara jernih tanpa ada order yang berangkat dari akad kebangsaan terhadap mahasiswa yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga komitmen kemerdekaan Indonesia.

Dengan adanya tragedi di berbagai daerah akibat dari mencuatnya issue media pasca aksiden polisi terbakar di kabupaten Cianjur yang mencuat pada tanggal 15 Agustus 2019 didepan halaman pendopo kabupaten Cianjur yang digerakan atas kesadaran kolektif Cipayung plus kabupaten cianjur.

Tragedi menjadi ironi negeri, mahasiswa beridiologi pancasilais disangka tanpa dasar berargumentasi untuk menyampaikan amanah rakyat untuk memberikan kendali terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum yang tugas serta fungsinya untuk memberikan keadilan yang pro rakyat. Karena tugas aktivis lebih berat untuk mendidik bangsa dalam upaya percepatan negara maju yang sejauh ini masih halusinasi.

Sudah menjadi ironi kini penegak hukum yaitu polri  seperti tak memiliki nyali untuk berargumentasi dalam gejolak ironi bangsa yang menyangka Aktivis tak berkorban untuk bertanggung jawab atas pendidikan rakyat dan tirani, wahay negeri kini saksikanlah ironi Pertiwi akibat dari kelalaian para pemimpin negeri.

Perahu negeriku kini tak ada kedamaian pasca konplik yang terjadi . Polri Anggap sepele soal KUHP dalam pra pradilan sudah banyak yang mengintimidasi rakyat kecil. katanya kau anggap sudah maju negara ini namun hanya halusinasi semata.
Primordialisme menjadi sakral karena tradisi kebudayan lahir darinya.

jikalau Polri tak mengindahkan kritik dan gerakan mahasiswa apalagi tak mengerti soal kebangsaan menjadi keharusan bagi kami untuk mengawal dan mendidik rakyat melalui Organisasi . jika meminjam adagiumnya Bung Pram/Pramodya Anantatoer (Didiklah Masyarakat dengan organisasi dan didiklah Pemerintah/penguasa dengan perlawanan) untuk mewujudkan kedewaan berbangsa dan bernegara.19/08/19

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: DARI CIANJUR SAMPAI TRAGEDI PAPUA NUGINI TRAGEDI KEBANGSAAN MENJADI IRONI NEGERI, Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post