Latest News
Thursday, June 13, 2019

Zakat Sebagai Upaya Akselerasi Pengentasan Kemiskinan


Oleh: Sopwanudin
Ketua Cabang PMII Kabupaten Cianjur



Zakat sebagai salah satu rukun Islam ke tiga memiliki manfaat dan misi luar biasa yaitu upaya pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Apalagi jika pengelolaan dan penyalurannya dilakukan secara optimal dan diorientasikan tidak hanya pada sektor konsumtif, akan tetapi pada sektor produktif. dalam arti pemberdayaan masyarakat.

Maka sudah saatnya masyarakat dalam hal penyaluran zakat, infaq dan sedekah disalurkan melalui organisasi pengelola zakat (OPZ) karena akan lebih efektif & tepat guna. baik yang di miliki oleh swasta ataupun pemerintah dalam hal ini Badan Amil Zakat Nasional atau Lazis NU dan Lazis MU sebagai salah satu contoh Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) milik swasta.

Dalam upaya pengentasan kemiskinan kita bisa hitung lebih awal jumlah penduduk sebagai contoh di kabupaten Cianjur. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk
Cianjur sekitar 2.243,904 jiwa sementara 11,41 persen diantara penduduk tersebut masih berada pada garis kemikinan.

Dari jumlah 27 kabupaten kota di Jawa Barat 15 diantarnya berada pada garis kemiskinan, termasuk Cianjur yang berada pada posisi 7 di bawah Bandung Barat  dan diatas Garut.

adanya badan dan lembaga pengelola zakat infaq dan sedekah tentu sangat membantu dalam akselerasi pengentasan kemiskinan karena disalurkan pada objek tertentu. Seperti,
pemberian beasiswa, pengadaan sarana dan fasilitas umum atau pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Sebut saja berdasarkan informasi dari antaranews.com Baznas Kabupaten Cianjur pada 2019 ini menargetkan 13 miliar  ini angaran fantastis yang di hasilkan dari satu OPZ di satu kabupaten. Jika dikalikan 5 tahun baznas bisa menghimpun 65 milar Belum lagi lembaga pengelola zakat milik masyarakat.

Oleh karenanya semua elemen yang berkepentingan bisa bersinergi, maka akselerasi pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial di kabupaten Cianjur akan cepat terwujud,

Apalagi jika inovasi pengentasan
kemiskinan ini melalui strategi pemberian "kail," seperti di alokasikan pada penyaluran dana pendidikan.

karena jika warga miskin bisa mengakses pendidikan yang baik maka akan mendorong warga miskin untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.

Sementara, bagi warga yang sudah melampaui batas usia sekolah bisa di berikan pelatihan dan bantuan modal ekonomi baik itu sarana seperti gerobak baso atau dana ekonomi lainnya.

Penyaluran pada dana pendidikan & pemberdayaan, akan lebih efektif karena bisa mendorong masyarakat lebih mandiri dan berubah status. dari mustahiq menjadi muzaki, artinya keluar dari zona kebelangsakan.

Kini tinggal menghitung & mengevaluasi kinerja pengelola zakat. Dalam mendorong masyarakat utamanya para agnia dan dermawan untuk bisa memanfaatkan OPZ sebagai saranapenyaluaran zakat.

Kiranya ada tiga hal yang perlu di perhatikan oleh OPZ pertama data muzaki yang kedua mustahik zakat, objek  yang akan mendapatkan pemberdayaan dan pelatihan serta mendorong muzaki supaya taat membayar zakat. Serta akuntabilitas & transparansi penggunaan agar masyarakat menaruh kepercayaan terhadap OPZ.

Selain itu jika analisis organisasi pengelola zakat terhitung meningkat secara signifikan, dari tahun ke tahun pada 2012, forum organisasi zakat (FOZ) mencatan lembaga amir zakat  ada 1 badan milik pemerintah dan 18 lembaga milik masyarakat 1 badan di tingkat nasional, 33 di tingkat provinsi dan 429 di tingkat kabupaten/kota

Belum lagi OPZ milik masyarakat yang berada di berbagai tingkatan. Jika melihat sumberdaya dan infrastruktur kita sudah lebih dari cukup untuk pengentasan kemiskinan.

belum lagi produk hukum nomor 23
łahun 2011 tentang pengelolaan zakat sebagai landasan hukum menuju pengelolaan zakat yang optimal dan akselerasi pengentasan kemiskinan bisa cepat terwujud.

Oleh karena itu mari kita dorong masyarakat agar menyalurkan Zakat, Infaq & sedekahnya ke Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Wallahu a'lam.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Zakat Sebagai Upaya Akselerasi Pengentasan Kemiskinan Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post