Latest News
Wednesday, June 12, 2019

NEGARA ISLAM ATAU NEGARA DAMAI?

Penulis : Encep Muhaemin 

Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) PK. PMII STAI Al-Azhary Cianjur




Hari ini, dunia Islam bukan hanya dikenal sebagai agama yang membawa misi kedamaian dan keadilan. Lebih dari itu, Islam juga dikenal sebagai agama yang membawa kekerasan atau ekstremisme yang hobinya berkonflik dan laku perpecahan. Belum lagi, adanya sikap Islamophobia yang menganggap Islam menggambarkan ajaran-ajaran yang begitu menakutkan.

Secara fitrah, Islam pada dasarnya membawa misi keadilan, perdamaian, dan rahmat bagi semesta. Namun, citra Islam ternyata seringkali dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan membawa pesan benci dan tidak menginginkan Islam berkembang di muka bumi ini.

Agar lebih mudah dipahami, kita perlu menunjukkan bukti-bukti yang mengarah pada satu paradigma bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Bukan agama yang membawa kerusakan atau perpecahan di tengah-tengah kita. Mengingat, begitu banyaknya pesan-pesan damai yang diajarkan oleh Al Qur’an.

Rasulullah misalnya, tidak selalu melakukan peperangan jika hal tersebut bukan satu-satuya jalan dan instrumen untuk menyebarkan ajaran Islam. Tentu, kedamaian dan keadilan adalah hal yang paling utama dilakukan Rasulullah agar dunia makin baik dan manusia makin bermoral.

Dalam QS. Al Anfal : 61, ditegaskan bahwa Islam adalah agama yang condong kepada perdamaian, dan itu akan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Seseorang yang condong kepada perdamaian, maka ia adalah orang-orang yang paling mengerti tentang maksud dan tujuan diselenggarakannya agama Islam di muka bumi ini.

Selain perdamaian, ayat ini secara inheren juga menegaskan tentang betapa konflik tidaklah diperlukan dan tidaklah elok jika sesama umat manusia terpecah belah satu sama lain, apalagi sesama umat Islam yang maha santun.

Seruan kepada perdamaian juga menjadikan umat Islam patuh pada aturan Tuhan dan sisi lain dari bentuk ketakwaan kepada ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Ini dapat dibuktikan misalnya, bagaimana Rasulullah seusai perang tidak lantas menghabiskan seluruh orang-orang non-muslim, apalagi kepada penduduk yang tidak bersalah.

Justru Rasulullah merekonstruksi dan memberikan kesejahteraan untuk membangun keadilan pada masyarakat waktu itu, tanpa memandang suku, agama, bahasa, apalagi warna kulit yang sama sekali tidak substansial ataupun hakiki.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: NEGARA ISLAM ATAU NEGARA DAMAI? Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post