Latest News
Friday, February 8, 2019

ALERGI ISLAM NUSANTARA

Dodi Junaedi
(Catatan kecil dari warung kopi)

SEORANG kawan lama berkata "kita ini sudah jauh membawa agama Islam bahkan sudah lebih dari 14 abad lamanya. Masa mau dikembalikan lagi ke belakang, seperti ketika pertama kali Islam datang?, Kalau begitu namanya kemunduran," ucapnya sambil tertawa.

Sejak itulah obrolan jadi agak sedikit serius. Padahal sebelumnya hanya ingin menikmati kopi hitam ditemani sebatang rokok, sambil bercerita dan bercanda.

Maklumlah yang namanya kawan lama, kalau sudah jumpa pastinya ingin bercengkrama.

Tidak ada yang ditanyakan dengan maksud dari perkataan kawan lama itu, meski sebenarnya ingin sekali bertanya. Namun hal itu tidak dilakukan. Lantaran jawabannya pasti disuruh mikir sendiri.

Wong Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga berkali-kali dalam Al Quran nyindir manusia untuk selalu berfikir.

Tentunya berpikirnya dengan akal sehat seperti yang sering dikatakan salah satu Profesor filsafat belakangan ini.
Namun sepertinya apa yang terpikirkan dalam benak ini tentang maksud dan tujuan perkataan kawan lama itu tidak akan dibahas di sini, biar yang lain juga ikut berfikir.

Tidak terasa satu batang rokok sudah habis, obrolan pun terus berlanjut hingga membahas Pejuang Islam Nusantara yang disingkat PIN.

Kawan lama itu sangat antusias dengan hadirnya Pejuang Islam Nusantara. Meskipun dirinya mengaku belum tahu betul tentang Islam Nusantara dan pergerakan Pejuang Islam Nusantara. Namun ternyata ketidaktahuannya lah yang menjadikan semangat untuk mendalami bahkan terjun langsung terhadap Pejuang Islam Nusantara.

"Saya selalu semangat dengan hal-hal yang baru saya tahu, termasuk Islam Nusantara ini. Saya ingin terjun langsung dan masuk agar lebih paham. Kenapa saya semangat karena bagi saya ini kesempatan menambah wawasan dan pengetahuanan baru. Ini juga yang jadi prinsip saya. Apapun itu saya selalu langsung menerimanya. Kalau sudah paham dan tahu kan enak. Kalau itu baik dan bermanfaat serta tidak bertentangan dengan Islam Ya saya akan lanjutkan bahkan saya berjuang. Kalau tidak sesuai bahkan cenderung menyesatkan tinggal ditinggalkan saja GITU AJA KOK REPOT," ujarnya dengan gaya yang khas.

Sayangnya kebersamaan itu tidak berlangsung lama. Lantaran selain Pejuang Islam Nusantara kita pun merupakan pejuang-pejuang yang lainnya. Termasuk pejuang keluarga.

Sejak obrolan di warung kopi itu, kawan lama ini makin semangat berjuang dan merekrut kader-kader Pejuang Islam Nusantara.

Penulis: Ketua PIN Kabupaten Cianjur
Salam hangat dari PIN Kabupaten Cianjur-Jawa Barat
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: ALERGI ISLAM NUSANTARA Rating: 5 Reviewed By: Cianjur post