Booking.com

Stok Janda di Cianjur Melimpah Picu Maraknya Kawin Kontrak di Cipanas

Toko Buku Online Belbuk.com
CianjurPost.Com | Tokoh masyarakat Cianjur kini mulai resah dengan makin maraknya "kawin kontrak" di Cianjur. Kawasan wisata Cipanas merupakan wilayah yang menjadi "surga" para turis asing, utamanya mereka yang berasal dari timur tengah untuk melepaskan sahwatnya dengan para janda dengan label "kawin kontrak".

"Hampir tiap minggu terjadi 2 sampai 3 kali kawin kontrak disini dengan kedok "kawin siri". Sungguh ini menjadi keprihatinan ulama disini," ungkap Kiai  Saleh Mahmud, tokoh agamawan Pacet kepada Cianjur Post, petang tadi.

Meski secara agama diperbolehkan namun dampak kedepannya sangat tidak baik bagi kehidupan sosial masyarakat sekitar. Menurut Soleh, mereka umumnya kawin kontrak 2 - 3 bulan, setelah itu sang lelaki pergi untuk kembali ke Arab.

"Bersyukur kalau ada yang peduli membukakan warung, atau kios rokok untuk usaha. Itu ada satu dua orang saja, selebihnya lelaki arab itu banyak yang pecundang, cuma kasih 5 juta udah itu kabur. Buat mereka itu tentu lebih menguntungkan, bayangkan  untuk 2 bulan cuma bayar 5 juta.. lelaki bejad mana yang tak mau. Padahal, kalau bayar short time sama PSK aja disini 250 ribu," papar Soleh sambil geleng-geleng kepala.

Maraknya kawin kontrak dengan label kawin siri menurut Soleh karena jumlah permintaan "pasar" cukup banyak. Paralel dengan itu, secara kebetulan stok janda muda dan janda kurang mampu di Cianjur cukup melimpah. Mereka umumnya datang dari Cianjur Selatan, Ciranjang, Cugenang dan kawasan Cipanas sendiri.

Dia juga menyebutkan, sejak kawasan di Cisarua Bogor sudah overloud menerima pendatang timur tengah, banyak kaum turis itu kini membuka usaha-usaha di kawasan Cipanas. Akibat lemahnya pengawasan kepada turis asing, mereka dengan mudah mengawini janda tidak mampu yang ada di Cipanas.

Sementara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cianjur mencatat pada bulan Oktober lalu sedikitnya setiap minggu terdapat 200 orang wisatawan yang datang ke Cianjur.

Hal ini pun dibenarkan oleh Plt Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Cianjur Tedy Artiawan yang menyatakan pihaknya terus meningkatkan pengawasan.

Sebelumnya, Camat Pacet Ade Suherman sudah berulang kali meminta petugas Kantor Imigrasi agar terjun langsung untuk menangani langsung persoalan orang asing dan tidak hanya menggelar sosialisasi semata.

"Jangan sampai berbagai masalah orang asing hanya dibebankan ke camat. Persoalan orang asing harus diawasi, dibina, dan ditindak langsung jika ada yang menyalahi aturan," tegas Camat.

Jumlah orang asing khususnya wisatawan asal Timur Tengah jumlahnya semakin banyak sehingga berpotensi menambah masalah, seperti saat ini ada warga kita yang terlena rumah dan motornya disewakan, anak-anak dikasih uang.

“Mereka tak sadar bahwa mereka (orang asing Timteng) kerap menginjak harga diri warga sekitar dengan mendidik bangsa kita diberikan uang,” jelasnya.

Camat menegaskan, kita tidak boleh dijajah lagi, mereka para orang asing jangan seenaknya menggunkan motor, anak-anak lebih memilih bekerja kepada mereka, hingga perempuan yang mau menjadi PSK demi mendapatkan uang.

“Kantor Imigrasi, Kepolisisan, TNI, Kesbangpol, Kejaksaan, Dewan, dan lainnya harus bersama- sama terjun ke lapangan,” tegasnya. (R)
Share on Google Plus

About Cianjur Post Online

0 komentar:

Poskan Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

loading...